UPDATESATU.COM – Warga Aceh banting pintu untuk pengungsi Rohingya, PBNU sodorin ide balik ke asal.
Bikin geger nih, Warga Desa Pulo Pineung, Aceh, pada benernya nggak vibe sama datengnya 249 pengungsi Rohingya pakai kapal kayu di Bireuen, Aceh, Kamis (16/11).
Gak tau kenapa, tapi kayaknya warga mikir kedatangan mereka bakalan bikin repot. Jadi, PBNU, yang kalo ngomong kaya ojol yang udah tau jalan, usul deh ke pemerintah buat balikin aja pengungsi Rohingya ke negara asal.
“Ya mendingan deh, Pemerintah RI bisa aja kirim mereka balik ke negara asal, atau kasih bantuan buat jalan-jalan ke negara ketiga yang mau nerima mereka, gitu aja sih,” ujar Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi ke wartawan pada Jumat (17/11/2023).
Fahrur bilang kalo satu-satunya mekanisme yang ada buat pemerintah itu cuma Perpres No. 125/2016 tentang Penanganan Pengungsi Luar Negeri.
Tapi, sayangnya, aturan itu cuma ngatur mekanisme penyelamatan, penampungan, dan dukungan sementara. Makanya, dia ngebet butuh kerjasama antara PBB dan negara asal pengungsi.
“Emang udah lama ini masalah, bikin pusing aja deh,” tambah Fahrur.
Kata Fahrur, Indonesia kan terkenal dengan kedermawanan dan jiwa kemanusiaannya. Jadi, nggak enak juga nih kalau harus kasi jalan tamu yang lagi kesusahan, apalagi mereka butuh bantuan.
“Tapi di sisi lain, ini gelombang manusia perahu terus datang tiap tahunnya, udah melewati batas kesabaran pemerintah dan warga lokal. Bikin repot banget buat mereka,” jelasnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga ngomong, katanya, Indonesia nggak punya kewajiban aturan buat nampung pengungsi.
Juru Bicara Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, ngaku kalo selama ini Indonesia memang terima pengungsi dari luar negeri, tapi cuma karena alasan kemanusiaan.
“Yah, jelas banget lah Indonesia bukan pihak Konvensi Pengungsi 1951. Artinya, kita nggak wajib dan nggak punya kapasitas buat nampung pengungsi, apalagi kasih solusi permanen buat mereka,” kata Lalu.
“Ironisnya, kita yang selama ini nampung pengungsi demi kemanusiaan, tapi negara-negara yang ikut konvensi malah nutup pintu dan bahkan nge-push back pengungsi. Jadi gimana sih?” ungkap Iqbal.
Biar makin seru, ternyata warga Bireuen, Aceh, nolak banget nih kehadiran 249 pengungsi Rohingya.
Kepala Desa Pulo Pineung, Mukhtaruddin, cerita kalau kesimpulan warga pada akhirnya menolak kedatangan Rohingya.
“Intinya, warga gak nerima banget deh kehadiran Rohingya di daratan kita. Nggak welcome gitu,” ucap Mukhtaruddin, dikutip dari detikSumut.
Alasan warga nolak, katanya sih, karena pengungsi Rohingya ini repot banget tinggal di daratan. Pengalaman buruk mereka pas Rohingya yang tiba di Desa Matang Pasi, Kecamatan Peudada, pada 16 Oktober lalu, jadi pertimbangan utama.
Ngomong-ngomong, polisi juga ngungkap kalau warga nolak pengungsi Rohingya karena emang nggak ada tempat buat tampung mereka.
Plus, para pengungsi yang udah dateng sebelumnya juga dianggap gak jaga kebersihan. Nggak nyaman banget sih kayaknya.(**)