Masyarakat Banyak Belanja Online, Pengunjung Pasarraya Padang Sepi

Admin
0

UPDATESATU.COM – Dengan munculnya platform belanja online di Indonesia, pasar-pasar tradisional di beberapa daerah, termasuk Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, mengalami penurunan kunjungan.

Saat ini, Pasar Raya tampak sepi pada siang hari, tanggal 31 Oktober 2023, karena minimnya jumlah pembeli yang datang.

Seorang pedagang tas anak-anak, Inet (40), berbicara tentang situasi saat ini. Dia mengatakan, “Kami memiliki sedikit pelanggan yang datang ke pasar.

Kami sulit bersaing dengan harga di toko online seperti Shopee atau TikTok yang menawarkan harga lebih murah.

Ketika datang ke desain dan kualitas produk, kami memiliki modal yang tinggi, sehingga bersaing menjadi sulit. Untuk omzet, kami mengalami penurunan yang signifikan,”ujar Inet.

Inet menjelaskan bahwa situasi ini sudah berlangsung selama enam bulan terakhir. Pada awalnya, penjualan mengalami penurunan ketika pandemi COVID-19, tetapi di tahun 2022, penjualan mulai pulih karena orang-orang mulai kembali bersekolah. Namun, pada tahun ini, penjualan kembali merosot.

Ketua Pedagang Pasar Batingkek, Pasar Raya, Nur Ikhwan, juga mengonfirmasi penurunan penjualan di Pasar Raya saat ini. Ia mengatakan bahwa penurunan ini dimulai sejak awal pandemi, ketika aturan pembatasan mengubah perilaku konsumen dari berbelanja offline menjadi berbelanja online. Perubahan ini masih berlanjut hingga saat ini, dengan banyak orang memilih berbelanja dari rumah.

Ikhwan mengeluhkan, “Karena belanja online, pengunjung pasar tradisional semakin jarang datang. Kebiasaan berbelanja di rumah telah merajalela.” Selain itu, beberapa kebijakan pemerintah juga berdampak negatif terhadap pasar tradisional.

Ikhwan mencatat bahwa para pedagang sudah sering mengadukan masalah ini kepada pemerintah kota terkait pengelolaan pasar, tetapi hingga kini belum ada perubahan.

Dia berharap agar pemerintah pusat mengatasi masalah ini, terutama yang berkaitan dengan perdagangan online.

Pedagang lain, Rismawati yang berusia 59 tahun, juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang pesatnya perkembangan pasar online.

Ia mengatakan bahwa dia kalah dalam hal harga dengan toko online karena harga-harga di online lebih rendah daripada di pasar tradisional.

“Sebagai contoh, di pasar saya jualan sandal seharga 25 ribu, sementara di online bisa 20 ribu. Orang tidak mau berbelanja di pasar karena harganya lebih mahal. Saya bahkan hanya bisa pulang dengan omzet 25 ribu, yang sangat jauh lebih rendah dari biasanya,” ujarnya.

Rismawati juga merasa bahwa Pasar Raya saat ini tidak sebising sebelumnya. Hari Sabtu dan Minggu yang biasanya ramai oleh pembeli, kini juga sepi, hampir sama seperti hari-hari biasa. Bahkan selama Lebaran, keramaian juga tidak sebanding dengan masa lalu.

Harapan mereka adalah agar pemerintah berupaya memajukan kembali pasar tradisional seperti Pasar Raya. Meskipun ada banyak pasar online lain yang masih beroperasi, beberapa telah dihapus.

Inet dan Rismawati berharap agar masyarakat kembali mendukung pasar tradisional, karena tidak semua barang di pasar mahal dan tidak berkualitas. (*)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)