UPDATASATU.COM – Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, meminta masyarakat untuk kembali mengadopsi kebiasaan memakai masker. Segera setelah ditemukan kasus pneumonia di DKI Jakarta, dia mengeluarkan seruan itu.
Imran mengatakan bahwa Kemenkes belum mengonfirmasi berapa banyak pasien yang dirawat di Dinkes DKI Jakarta hingga saat ini.
Menurut informasi terbaru dari fasilitas kesehatan yang menangani, pasien memiliki gejala ringan dan sedang dirawat di jalan.
Sebelumnya, Imran juga mengatakan bahwa infeksi pernapasan sebelum COVID-19 disebabkan oleh mycoplasma, bakteri yang menjadi penyebab utama pneumonia pada anak-anak di China.
Apa sih penyebab, bahaya dan gejala dari pneumonia ini? Simak artikel ini sampai selesai ya.
Apa itu Pneumonia?
Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi dan dapat menimbulkan gejala yang ringan hingga berat.
Batuk berdahak, demam, dan sesak napas adalah beberapa gejala yang paling umum yang dialami oleh orang yang menderita pneumonia.
Paru-paru basah adalah istilah lain untuk pneumonia. Dalam kasus ini, infeksi menyebabkan peradangan alveoli, atau kantong udara, di salah satu atau kedua paru-paru.
Akibatnya, pasien mengalami kesulitan bernapas karena alveoli mereka terisi cairan atau nanah.
Infeksi virus, bakteri, atau jamur dapat menyebabkan pneumonia. SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, adalah salah satu virus yang dapat menyebabkan pneumonia.
Pneumonia terkadang juga dapat muncul bersama dengan penyakit paru-paru lain, seperti tuberkulosis paru.
Sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di seluruh dunia, pneumonia membunuh 740.180 anak-anak pada tahun 2019, menurut data World Health Organization.
Apa Penyebab dan Bagaimana Gejala Pneumonia?
Bakteri, virus, dan jamur dapat menyebabkan pneumonia. Virus influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan SARS-CoV-2 adalah beberapa virus yang paling umum menyebabkan pneumonia.
Streptococcus pneumonia adalah bakteri yang paling umum menyebabkan pneumonia.
Pneumonia memiliki gejala yang cukup beragam, tetapi umumnya batuk berdahak, demam, menggigil, sesak napas, nyeri dada saat bernapas atau batuk, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan.
Bagaimana Cara Pencegahan dan Pengobatan Pneumonia?
Pengobatan untuk pneumonia akan disesuaikan dengan penyebabnya dan tingkat keparahan penyakit.
Obat antibiotik akan digunakan untuk mengobati pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Dokter juga dapat memberikan obat pneumonia tambahan untuk meredakan batuk, demam, atau nyeri.
Beberapa cara untuk mencegah tertular pneumonia termasuk menerima vaksinasi, tetap menjaga kebersihan diri, seperti sering mencuci tangan dan menghindari menyentuh mulut atau hidung dengan tangan yang belum dicuci, dan menghindari berinteraksi dengan orang yang sedang sakit.
Nah itulah beberapa informasi mengenai virus pneumonia, semoga informasi ini bermanfaat dan selalu jaga kesehatan.(*)
Baca Juga: Ternyata Tidur yang Cukup Bisa Tunda Lapar Loh! Ini Dia Tips Diet Agar Tak Makan Terus!