UPDATESATU.COM – Begini kronologi seorang janda yang tengah hamil 5 bulan tewas di habisi oleh seorang Siswa SMK di Bojonegoro pada Minggu 24 Desember 2023 lalu.
Pelaku Andris Nova Setiawan mengendarai Yahama Vixion malam itu tiba di rumah temannya Teguh Ardianto.
Lelaki berusia 19 tahun itu sengaja menjemput Teguh untuk meminta dia mengantarkannya membeli arak saat tengah malam.
Setelah tiba di warung penjual arak, Andris membayar Rp 50 ribu untuk sebotol arak dan keduanya pulang.
Arak yang dibeli Andris disimpan di dekat semak-semak di sekitar gudang selep di rumahnya di Sumodikaran, Dander, Bojonegoro.
Andris, siswa kelas 3 SMK, berencana minum arak yang disimpannya bersama kekasihnya Aidatul Izah, janda berumur 20 tahun yang juga tinggal di desa bersamanya. Dia berencana mengajak Izah minum arak sebagai modus.
Karena bingung dengan pengakuan Izah sebulan sebelumnya yang meminta tanggung jawab atas kehamilannya yang berusia lima bulan, Andris memiliki rencana jahat untuk membunuh Izah.
Setelah berkenalan di media sosial, Andris dan Izah kemudian berhubungan intim seperti pasangan suami istri.
Namun, saat Izah mengetahui bahwa dia hamil, Andris tidak mau bertanggung jawab karena dia pikir bayi yang dikandung Izah bukanlah anaknya. Ia juga berencana membunuh Izah.
Rencana jahat Andris untuk membunuh Izah benar-benar terjadi. A
ndris mengirimkan pesan WhatsApp ke Izah pada Minggu 24 November 2019 sekitar pukul 17.30 WIB, meminta agar dia menjemputnya setelah Isya di jalan simpang tiga dekat SD Negeri 1 Sumodikaran.
Izah menjemput Andris dengan mengendarai Honda BeAT ke tempat yang telah ditetapkan tanpa menimbulkan keraguan.
Di tempat yang tenang ini, mereka duduk-duduk dan berbicara tentang kehamilan mereka yang sudah lima bulan.
Setelah itu, mereka berdua melakukan hubungan seksual di tempat kejadian. Puas melepas syahwat, Andris mengenakan pakaiannya kembali dan mulai membuka botol plastik berisi arak. Dia kemudian menuangkan segelas arak ke dalam mulut Izah.
Ketika Izah merasakan sakit kepala akibat tegukan arak ini, dia menyandarkan kepalanya di paha Andris. Melihat hal ini, Andris mengeluarkan tali tampar dari sakunya dan perlahan melilitkannya ke leher Izah, lalu menjeratnya dengan sekuat tenaga.
Izah meninggal karena mabuk dan tidak sempat memakai roknya. Selanjutnya, Andris memukul hidung dan bibir Izah dengan tangan kosong untuk memastikan kematian Izah. Izah langsung tewas.
Andris kemudian diseret tubuh Izah yang malang ke tengah saluran air. Setelah itu, ia menyita ponsel dan melarikan diri dengan mobil milik Izah. Pada akhirnya, mobil dengan nopol S 2487 B ini diparkir di sekitar parkiran Masjid Ponpes Abu Darin di Desa Sumbertlaseh, Dander, Bojonegoro.
Setelah itu, Andris menghubungi temannya Zainul Amirudin untuk menjemputnya malam itu juga. Zainul tiba dan membawanya pulang. sementara ponsel yang tertinggal di tangan Izah disimpan di lemarinya.
Polisi segera melakukan olah TKP dan menemukan identitas mayat Izah dari sidik jari. Mereka juga mengambil beberapa barang bukti dari TKP, dan mayatnya kemudian dibawa ke RSUD R Sosodoro Djatikoesoemo untuk diautopsi.
Hasil penyelidikan kemudian membuat polisi mengidentifikasi nama Andris, yang diduga kuat sebagai pelakunya.
Andris ditangkap di rumahnya pada Selasa 26 November 2019 sekitar pukul 20.00 WIB. Selain itu, selama penggeledahan, polisi menemukan ponsel dan bukti percakapan antara Izah dan temannya Zainul, yang diminta untuk menjemputnya. (*)